KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
49. St. Gelasius (492-496)
Gelasius lahir di Afrika sebagai orang Roma. Ia adalah sekretaris Paus Feliks II. Dia terpilih menjadi paus pda 1 Maret 492. Ia melanjutkan upaya yang telah dilakukan oleh pendahulunya untuk mendamaikan Gereja Timur dan Barat, tetapi tidak berhasil. Terutama karena cercaan oposisi dari Kaisar Anastasius. Ia menulis surat kepada Kaisar untuk mengklarifikasi ide-idenya mengenai kekuasaan, yaitu kekuasaan duniawi dan kekuasaan spiritual. Diantara keduanya, kekuasaan spiritual adalah kekuasaan yang tertinggi dank arena itu kaisar harus tunduk kepadanya. Kekuasaan spiritual dibatasi pada latihan kekuasaan duniawi. Menurut mereka, para pelayan Allah sekalipun justru harus tunduk terhadap hukum-hukum kekaisaran dalam hal-hal materi, dan kalu memang benar ketaatan berada di bawah wewenang para uskup, maka mutlak perlu bahwa semua wewenang tertinggi diberikan kepada Gereja dimana Allah telah membangunnya sebagai badan di atas semua yang lain, yaitu Gereja Roma.
Ia adalah seorang paus yang besar. Ia bekerja untuk memberantas sisa-sisa pemujaan dan festival kaum kafir yang masih berkanjang dalam perilaku orang-orang Kristiani. Ia tidak segan-segan menggunakan kekayaan Gereja untuk membantu orang yang dia temui selama masa kelaparan, wabah sampar atau kemiskinan. Dia digelari “Paus Kaum Miskin”. Ia menetapkan peraturan untuk menyeragamkan upacara-upacara dan ibadat dalam Gereja. Paus ini memulai pemakaian lagu “Kyrie Eleison” dalam upacara Misa. Ia mempertahankan supremasi Gereja di atas raja-raja. Ia juga melawan bidah Manikeisme dan Pelagianisme dan menghentikan pesta kafir di Lupercalia yang marak terjadi. Gelasius wafat pada 21 November 496.
|